Kamis, 21 November 2013

Diantara Sisi Terang dan Gelapku

Terdengarnya mungkin terlalu hiperbola yah, namun itulah yang sedang saya rasakan saat ini. Disaat diri ini sedang berada dalam posisi dimana kebaikan dan keburukan sedang berkuasa.Dimana kebaikan saya sebut di posisi terang dan keburukan di posisi gelap. Rasanya bingung, pusing dan serba salah, mengapa demikian??? Karena saya tak mungkin menanggapi orang-orang yang memang tak suka dengan saya meskipun saya sendiri ingin rasanya memaki-makinya sama seperti yang mereka lalukan pada saya. Mencritakan segala hal yang belum tentu benar adanya.

Hingga kepala ini mendidih dengan cepatnya terlalu lama mendengarkan mereka berbicara tanpa bersalah pada orang yang sedang diceritakannya. Ingin rasanya saya pergi, namun saat itu saya sudah telanjur memesan makanan, sayang juga kalau langsung pergi. Akhirnya saya diam saja mencoba mencari kegiatan lain semisalnya mendengarkan music dengan headseat. yah tujuannya bukan lain buat g' usah dengarkan ocehan yang g'bermutu dari mereka. terdngarnya saya saya ini sangat kejam sekali yah saat itu.

Memang saya pikirkan, g'penting memikirkannya. hanya buat naik darah aja kan. Di balas dengan cara merka menjelk-jelekkan orang tak kan menyelesaikan masalah kok, dan hanya akan menyamakan sikap saya mirip seperti sikap mereka. Lebih baik diam seribu bahasa, berpura-pura tidak tahu. Tapi bukan berarti saya hanya akan diam saja bila lebih memperburukkan saya lagi.

Mulai saat ini, saya akan menjadi orang yang tak kan peduli dengan sapa pun yang memang tidak suka dengan saya. lebih baik saya mnghindar dari pada hanya menjadi bahan perbincangan yang tidak bermutu. Dan saya ucapkan sangat terimakasih atas sikap kalian semua yang begitu hangatnya melukai orang lain dengan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Karena hal itu saya belajar tentang watak orang yang egois seperti kalian. dan smoga kalian bahagia dengan itu.

Sabtu, 09 November 2013

Surat Untukmu, Mama

Mama....
Di kota ini, aku habiskan masa remajaku tanpa adanya dirimu disisiku tuk menemaniku melewatinya

Disini aku mulai berperang  melawan rasa malas yang menghantui setiap saat tuk mengubahnya menjadi kemandirian yang kutanamkan dalam jiwaku

Aku pun harus berusaha tetap kuat tanpa adanya dirimu disisiku, mama.... Tapi tetap rasanya berat sekali

Tapi disini ku bisa kuat untuk berdiri, bercanda melepas sedikit penat, serta brlari mengejar sebuah kepastian yang entah ada dimana ujungnya.

Namun, tetap kusadari. Aku bukanlah siapa-siapa tanpa adanya dirimu, Mama. Tanpa adanya Do'a tulus yang selalu kau kirimkan di setiap ibadahmu padaku anakmu yang jauh dari sisimu.

Mama,
Tak perlu engkau cemaskan keadaanku disini.
Walaupun jarak yang ditempuh memang sangatlah jauh, namun kupastikan tetap jalani hidupku disini dengan usahaku sendiri.
Dan membuatmu mnjadi seorang wanita yang paling kuidolakan sepanjang hidupku melebihi para idola yang ada dan selalu di puja-puja, tapi tetap dirimu yang sangatlah ku jadikan panutan.

Terimakasih mama
telah menjadi pelipur lara di setiap dukaku
Dan pemberi semangat yang amat berarti dalam diri
Walau kau tak pernah menasihati, namun kau  pemberi contoh yang baik.
Dan itulah dirimu.
Terimah kasih wahai Pemegang Kekuasaan.
 Ku dilahirkan dirahimnya.Ia lah yang selalu ku jadikan alasan tuk tetap bermimpi.
Ya…mimpi….Mimpi yang kan segera terwujud…

 Rindu dari Anakmu