Sabtu, 28 Juli 2012

Kasih Sayang-Mu

Tuhan betapa malunya aku dihadapanmu
Dengan segala yang telah kau beri padaku
Setelah sekian banyak aku telah mengecewakan-Mu
Entah karena ku terlena akan kenikmatan dunia semata
Ataupun tak sadarnya diri ini akan kasih sayang-Mu
Betapa tak sadarnya aku akan semua kesempatan
Yang berulang kali kau beri pada hamba-Mu
Agar aku kembali ke jalan-Mu
Yang menentramkan jiwa dan raga ini
Dalam fitrahku sebagai seorang manusia
Ataupun sebagai seorang hamba
Betapa tak ada apa-apanya diriku dihapan-Mu
Aku ingin kembali menuju cahaya kasih-Mu
Aku pun ingin mencintai-Mu setulusnya
Sebenar-benarnya tanpa paksaan apapun
Dalam do'a, ucapan serta setiap langkahku
Hanya ingin mendekatkan diri pada-Mu
Selamanya...hingga akhir hayat dalam ragaku ini

Kamis, 26 Juli 2012

Menjadi Diriku Sendiri

Aku bukanlah dirimu ataupun dirinya....
Yang bisa dengan bebas melakukan apapun....
Aku hanyalah diriku sendiri....
Yang bangga akan kondisiku apapun yang terjadi....
Tanpa hidup dengan kemewahan...
Harta yang berlimpah serta tampang yang menawan....
Meski tanpa itu semua, aku tetaplah akan menjadi diriku sendiri....
Dengan segala kekurangan yang kumiliki.......
Tetap menjadi diriku sendiri.......
Atas segala kelebihan yang kumiliki.....
Karena aku kan tetap menjadi seorang insan biasa....
Yang takkan mungkin bisa sempurna....
Tetap kubangga atas apa yang telah kupunya....
Setiap waktuku nikmati anugerah hidup yang kumiliki......

Senin, 16 Juli 2012

Sebuah Istana Halimun

Kasih adalah matahari kehidupan....
Bukan sekedar lentera yang menyinari...
Sebuah ruangan yang terbatas...
Kemudian padam tak berbekas...

Ibaratkan sebuah cermin yang jernih...
Yang tak hanya tuk mengenal diri sendiri....

Cinta tak ubahnya sebuah istana Halimun...
Sebuah keindahan yang tampak...
Sebuah kerinduan yang tak terlihat...
Namun dirasakan oleh hati yang terdalam...

Cinta bukanlah gudang kebenaran...
Tapi hanya tempat persinggahan sementara....
Menuhankan cinta adalah kenistaan....
Namun menutup cinta berarti membuka pintu kesombongan.....

Cinta

Tiada kata seindah kata cinta......
Tiada kata seluhur kata cinta.....
Kata yang telah memakmurkan dunia....
Dengan kata-kata yang kosong....

Satu kata yang dapat mengguncangkan.....
Seluruh negeri dengan tangisan....

Pada saat hati sudah ternoda....
Oleh setitik darah....
Seluruh saraf bagaikan terluka....
Dengan pedih yang menyiksa hati....


Alam hidup menjadi gelap dimata....
Bisikan setan semakin terdengar nyata....
Hamparan penyesalan pun kan datang....
Dalam hati yang telah hancur....

Kebimbangan Dalam Hati

Gurata noda kefasikan,,,,

Membuat cacat hati nan suci,,,,

Setumpuk kasih, terlihat begitu megahnya,,,,

Mampu tuk tegakkan bangunan yang kokoh,,,,


Tapi dengan sedikit bisikan setan,,,,,

Kekokohan itu sirna dalam sekejap mata,,,,


Begitu mudahnya kasih itu dinodai,,,,,

Dengan sikap yang mengundang pada dosa,,,,

Bagai sebuah badai topan,,,,

yang meluluh lantahkan segalanya,,,,


Yang akhirnya, hanya menyisakan sebuah penyesalan semata,,,,

Akan perbuatan yang telah terjadi,,,,

Tinggallah hati yang bimbang,,,

Yang mencari-cari jawaban dari semua ini,,,,

Penantian yang menyesakkan

Hilir mudik kendaraan kian semarak, seiring waktu malam yang semakin larut. Tak terasa 30 menit berlalu begitu cepatnya. Dalam sibuknya kendaraan bergerak, terlihat seorang gadis yang duduk di bawah pohon trotoar diam sambil melihat kendaraan yang lewat. Gadis tersebut sedang menunggu seseorang dengan ditemani alunan musik hits yang sering diputar oleh saluran radio yang berada di kota tersebut.
Suara bising kendaraan yang lewat, tak sedikit pun mengganggunya dalam penantian itu. Apa sebenarnya yang sedang gadis itu pikirkan sehingga ia begitu tenangnya menunggu tanpa rasa gelisah sedikitpun?
Gadis itu tak menghiraukan tatapan orang-orang yang mulai lewat melewatinya duduk. Entah berapa lama lagi ia kan duduk diam disitu tanpa melakukan apapun selain duduk melihat kendaraan yang tak kunjung habis lewat di depan nya dengan musik yang ia dengarkan.
Ternyata dalam ketenangannya, terbersit sebuah pertanyaan yang sedikit membuatnya risau. Kapan ia kan datang menjemputnya disini?? Siapa dia yang sedang di pikirkan gadis ini, apa mungkin iya pacarnya? keluarganya? atau teaman? yang jelas aku tidak tahu itu?
45 menit telah berlalu, diiringi dengan hembusan angin malam yang mulai menerbangkan ujung kerudung yang sedang ia pakai. Namun, tak ada tanda-tanda ia akan datang secepatnya. Sampai kapan ia kan duduk di tempat itu.
Sekarang ketenangannya perlahan mulai berubah menjadi rasa gelisah yang mulai melanda hatinya, Gadis ini sekarang ragu, akankah ia kan di jemput atau ia tak akan datang setelah lamanya ia menunggu dirinya? Atau terjadi sesuatu sehingga ia menjadi lambat untuk datang?
Kakinya mulai bergerak maju mundur diikuti dengan tangan kanannya yang meremas-remas tangan kirinya.Mata nya mulai terasa sembab karena takut akan segala resiko yang bisa terjadi kapan saja. Wajahnya mulai menunjukkan rasa kekecewaan yang mendalam atas penantian ini.
Di saat ia mulai ragu dengan ketidakpastian kedatanganya, ia hanya bisa menunduk menyembunyikan rasa sedih yang tak bisa ia sembunyikan lagi. Tiba-tiba ia mendengar suara seseorang yang sangat ia kenali. Tapi Gadis ini hanya menganggapnya sebuah hayalan semata, namun suara itu terus berulang kali sehingga membuat kepalanya terangkat melihat sesosok pria yang sangat ia kagumi datang untuk menjemputnya dalam penantian yang telah menyesakkan dirinya beberapa puluh menit yang telah berlalu. Hingga sekarang yang terlihat dalam wajah gadis ini senyum kebahagian yang menghilangkan segala kesedihan yang tadi telah datang.